Archive for July, 2010

Website bisa Tampil tapi Gambar tidak Tampil

Setelah Anda mengupload file-file website Anda ke server, kemudian Anda mencoba membukanya di web browser. Semuanya tampil dengan baik kecuali gambar, hanya muncul kotak kosong tempat di mana seharusnya gambar tersebut berada.

Mari kita analisa apa penyebab tidak munculnya gambar tersebut padahal Anda yakin sudah menguploadnya ke server website Anda.

  • Cek Nama FileServer Rumahweb menggunakan sistem operasi Linux yang membedakan penulisan huruf besar dan huruf kecil pada nama file. Jadi jika di script website Anda  gambar tersebut dipanggil dengan nama foto.jpg, pastikan file yang Anda upload bernama foto.jpg, bukan Foto.jpg, foto.JPG atau yang lain.
  • Cek Direktori Gambar Periksa kembali lokasi penyimpanan gambar. Pastikan file gambar tersimpan di folder/direktori yang sama dengan yang tercantum di script HTML/PHP.

  • Permission FilePastikan file gambar tersebut permissionnya 644 dan folder tempat gambar tersebut berada mempunyai permission 777. Juga coba buka gambar tersebut langsung di browser dan pastikan gambar terbuka dengan baik.
  • Gambar Menggunakan Script PHPJika file gambar yang Anda gunakan menggunakan script PHP untuk menampilkannya, silahkan Anda periksa kembali script PHP tersebut. Umumnya script PHP untuk menampilkan gambar menggunakan fungsi readfile() yang memang diblokir di server kami demi alasan keamanan. Sebagai gantinya Anda bisa menggunakan echo file_get_contents() yang relatif lebih aman.
Catatan:
Disisi server webhosting ada script API php yang mereka tidak izinkan seperti fungsi readfile() dengan alasan keamanan. Untuk itu kita dapat menggantinya dengan fungsi seperti echo file_get_contents() pada file script timthumb.php.
Advertisements

(more…)

If you are not familiar with what RSS feeds are and why you should use them, take a look at RSS 101 article published by FeedBurner.

In this tutorial, I’m going to show you how to integrate your feeds with FeedBurner, which will enhance your feed functionality by offering you the following features and more:

  • Detailed statistics about your subscribers and subscriber count
  • Allows you to set up email subscriptions for free so your users can receive your blog feeds via email
  • Allows you to add social bookmarking functionality

Step 1. Set up FeedBurner Account

  1. Go to FeedBurner’s website and click the Register link at the top of the page.
  2. Fill out the registration form and click Sign In once you are done.
  3. When you sign in, you will be taken to the myFeeds page
  4. Enter the URL of your original RSS feed in the textbox and click Next. The URL will look something like this

    You should type the address in a browser to test it first (see image below for an example)

    feedburner burn screen

  5. Next, enter your Feed Title and Feedburner Address (see image below for an example)
    Activate Feedburner feed
  6. Once, you activate the feed, you will get the following screen:
    Activated FeedBurner FeedMake sure to Write down your new FeedBurner URL.

Step 2 – Activate FeedBurner’s SmartFeed

There are two feed formats…RSS and Atom. Unfortunately not all feed readers support both formats and in order to ensure compatibility with ALL RSS readers, FeedBurner offers the SmartFeed feature, that will automatically keep track of the feed format that each of your subscriber’s feed readers support and display the feed in the correct format.

To activate FeedBurner’s SmartFeed feature do the following:

  1. In the manage feed section click on the optimize tab. From the services menu on the left, click SmartFeed.
  2. Click the Activate button. You should see a confirmation.
  3. Test your Feedburner feed address (http://feeds.feedburner.com/yourFeedName) in a browser window to make sure that it is working.

Step 3 – Integrate your FeedBurner feed into YOUR Blog Platform

FeedBurner integration varies depending on which platform you use to publish your blog. Below are links to articles published by Feedburner on how to integrate your Feedburner feed with some of the most popular blog platforms: Blogger, Typepad, WordPress Self Hosted, WordPress.com, and MySpace.

Teks berjalan, atau running text bagi beberapa blogger diperlukan untuk memberikan perhatian khusus mengenai esensi dari text yang bersangkutan, contoh yang biasa mengunakan teks berjalan : “Gunakan Mozilla Firefox untuk tampilan terbaik”, “Peringatan!”, “informasi lebih lengkap silangkan kunjungi situs ini”, dan lain-lain. Di antara mereka ada yang menempatkan teks berjaan pada sidebar bahkan pada tilte blog.

Pada postingan kali ini saya hanya akan menyempurnakan pembahasan sebelumnya mengenai text berjalan dan text berkedip dengan HTML. Sebelum melangkah lebih jauh cara penulisan teks berjalan dengan HTML, ada baiknya saya jelaskan beberapa fungsi dari kode HTML yang terkait:
Cara penulisan teks berjalan harus diawali dengan tag <marquee> dan diakhiri dengan </marquee>. Marquee sendiri memiliki beberapa atribut diantarnya :

    • Width : berfungsi untuk menentukan ukuran lebar yang nantinya akan diapakai sebagai ruang teks berjalan. (dalam satuan pixel atau persen).
    • Height : berfungsi untuk menentukan ukuran tinggi ruang teks berjalan. (dalam satuan pixel atau persen).
    • Direction : berfungsi untuk menentukan arah gerakan teks (left : teks berjalan ke arah kiri, right : teks berjalan ke arah kanan, up : teks berjalan ke arah atas, down : teks berjalan ke arah bawah.)
    • Bevaior : berfungsi untuk mengatur gerakan teks terdiri dari 3 attribute yaitu (alternate : teks bergerak bolak balik, slide : teks bergerak satu arah dan hanya sekali setelah itu berhenti, scroll : teks bergerak satu arah berulang-ulang).
    • Color : berfungsi untuk mengatur warna teks (ditulis dalam kode hexadecimal tetapi untuk warna dasar bisa ditulis langsung sesuai nama warna dalam bahasa Inggris). Sebaiknya pelajari dulu mengeni kode warna.
    • Bgcolor : berfungsi untuk mengatur warna background (dalam hexadecimal atau untuk warna dasar bisa ditulis langsung sesuai nama warna dalam bahasa Inggris).
    • <font face=”kode HTML> …… </font> : berfungsi untuk mengatur jenis font, warna font, ukuran font, dan sebaginya. Antara kode HTML dipisahkan dengan spasi)
    • <span style=”kode CSS”> …… </span> : berfungsi untuk menyisipkan kode CSS di dalam HTML. Jika menggunkanan style maka atribut-atribut CSS dapat diterapkan di sini contohnya font-size : untuk mengatur ukuran font, font-weight: untuk mengatur ketebalan font, color : untuk mengatur warna font, dan sebagainya, penulisan kode CSS tersebut harus dipisahkan dengan tanda titik koma(;).
    • Scrolldelay : berfungsi ntuk mengatur waktu tunda (delay) gerakan dalam satuan mili detik (ms).
    • Scrollamount : berfungsi untuk mengatur kecepatan gerakan dalam satuan pixel.
    • Loop : berfungsi untuk mengatur jumlah looping (pengulangan).
    • Onmouseover=”this.stop ()” : berfungsi untuk menghentikan teks berjalaan ketika mouse mendekat.
    • Onmouseout=”this.start ()” : berfungsi untuk membiarkan teks berjalan lagi ketika mouse menjauh.

Penulisan Kode HTML dan CSS tersebut sebaiknya ditulis dalam huruf kecil semua.Untuk lebih difahami silahkan perhatikan semua kode HTML dan CSS pada contoh-contoh berikut :

Contoh 1 :
Kode HTML untuk membuat teks berjalan dari arah kanan ke kiri dengan huruf arial, bold, warna kuning, ukuran huruf 14px, tinggi area 20px, lebar area 100% di atas backgroud biru adalah sebagai berikut :

Contoh 2 :
Kode HTML untuk membuat teks berjalan dari arah kiri ke kanan dengan huruf verdana, bold, warna biru, ukuran huruf 14px, tinggi area 20px, lebar area 100% di atas backgroud kuning adalah sebagai berikut :

Contoh 3 :
Kode HTML untuk membuat teks berjalan bolak-balik dari kan ke kiri dengan huruf verdana, bold, warna kuning, ukuran huruf 14px, tinggi area 20px, lebar area 100% di atas backgroud biru adalah sebagai berikut :


Contoh 4 :
Kode HTML untuk membuat teks berjalan dari atas ke bawah huruf arial, bold, warna kuning, ukuran huruf 14px, tinggi area 70px, lebar area 100% di atas backgroud biru adalah sebagai berikut :


Contoh 5 :
Kode HTML untuk membuat teks berjalan dari bawah ke atas berulang-ulang dengan huruf arial, bold, warna kuning, ukuran huruf 14px, tinggi area 70px, lebar area 100% di atas backgroud merah adalah sebagai berikut :


Contoh 6 :
Kode HTML untuk membuat teks berjalan bolak-balik dari atas ke bawah  huruf arial, bold, warna kuning, ukuran huruf 14px, tinggi area 70px, lebar area 100% di atas backgroud merah adalah sebagai berikut :


Contoh 7 :
Kode HTML untuk membuat teks berjalan dari bawah ke atas satu kali setelah itu berhenti dengan  huruf arial, bold, warna kuning, ukuran huruf 14px, tinggi area 70px, lebar area 100% di atas backgroud biru adalah sebagai berikut :


Contoh 8 :
Kode HTML untuk membuat teks berjalan dari kanan ke kiri satu kali setelah itu berhenti dengan; huruf arial, bold, warna kuning, ukuran huruf 14px, tinggi area 20px, lebar area 100% di atas backgroud biru adalah sebagai berikut :


Contoh 9 :
Kode HTML untuk membuat teks memantul berulang-ulang dari kanan ke kiri dengan huruf arial, bold, warna kuning, ukuran huruf 14px, tinggi area 20px, lebar area 100% di atas backgroud biru adalah sebagai berikut :


Contoh 10 :
Kode HTML untuk membuat teks link dimana teks tersebut berjalan dari bawah ke atas dan akan berhenti setelah mouse didekatkan. Jika link tersebut di-click, maka halaman yang bersangkutan akan terbuka adalah sebagai berikut :


Catatan Penting :

    • #FFFF00 adalah kode keksadesimal untuk warna kuning, #FF0000 adalah kode  heksadesimal untuk warna merah, #FF0000 adalah kode heksadesimal untuk warna mwrah dan seterusnya. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada artikel sebelumnya mengenai kode warna.
    • Font-family : untuk menentukan jenis huruf seperti Arial, Verdana, Georgia dan lain-lain.
    • Font-size : untuk mengatur ukuran huruf dalam satuan pixel (px) atau em.
    • Pada Contoh 10, <a href=”http://www.linksukses.com/2010/01/penggunaan-id-dan-class.html”>Penggunaan ID dan CLASS</a><br/> kode dengan warna merah bisa diganti dengan URL milik anda dan title yang sesuai dengan URL tersebut.
    • Font-Weight : untuk menentukan ketebalan huruf (bisa disi dengan angka 100, 200,…800, atau dengan bold).
    • Scrolldelay : diisi dengan angka untuk mengatur kecepatan gerakan.
    • Width untuk space teks berjalan dapat ditulid dengan angka (pixel/px) dan dapat juga dengan menggunakan persentasi (%) yang nantinya akan menyesuaikan dengan lebar wrapper atau layout postingan blog anda.

With more than 120 million blogs in existence, how do people find YOUR content on the Internet? The key starts with great search engine optimization (SEO), which is an art and a science that helps search engines discover your content and understand how relevant it is to specific search queries.

You can blog your heart out, but if you don’t have good SEO, then odds are you won’t have many readers.  Luckily, the WordPress (WordPress) plugin community values SEO and has developed a number of plugins to help. Here are 20 of the best SEO plugins to help you choose the right tags, tell search robots what to work on, optimize your post titles and more.

Have another SEO plugin to recommend? Tell us more about it in the comments.

all-in-one-seo-pack-options

All in One SEO Pack – One of the most popular plugins ever for WordPress, this plugin does a bit of everything for you from helping choose the best post title and keywords, to helping you avoid duplicate content and more.

Automatic SEO Links – Automatic SEO Links allows you to choose a word or phrase for automatic linking, both internal and external, set anchor text, choose if it should be “nofollow” or not, and more.  One of the best features of this plugin is that it will only do this for the first occurrence of a word in a post so you don’t have to worry about spamming your post with numerous links to the same thing.

Google XML Sitemaps – An essential tool in any blogger’s armory of SEO tools.  While the name only mentions “Google (Google),” this plugin creates an XML-sitemap that can be read by Ask, MSN and Yahoo also.

HeadSpace2 – This plugin allows you to install all sorts of meta-data, add specific JavaScript and CSS to pages, suggests tags for your posts and a whole lot more.

Meta Robots WordPress plugin – An easy solution for adding robot metadata to any page you choose on your blog.  You can use it to make your front page links into “nofollows,” prevent indexing of search pages, disable author and date-based archives, prevent indexing of your login page and numerous other features.

nofollow

Nofollow Case by Case – This plugin allows you to strip the “nofollow” command from your comments, and then you can apply it to only the comments you don’t wish to support.

Platinum SEO Plugin – The Platinum SEO Plugin offers you such features as automatic 301 redirects for permalink changes, auto-generation of META tags, post slug optimization, help in avoiding duplicate content and a host of other features.

Redirection – For any number of reasons you sometimes need to move a page from one spot on your blog to another, but then you risk losing that page’s status in search results.  Redirection helps you with your 301 redirects, captures a log of 404s so you can work on correcting them, sets up an RSS feed for errors and more.

SEO Blogroll – Do you worry that the people you link to in your blogroll are feeding off of your PageRank?  With SEO Blogroll you can make separate sections for various groupings of links, with an unlimited number in each, and all of them will receive the “nofollow” attribute.

SEO for Paged Comments – With the introduction of paged comments in WordPress 2.7, there was a potential problem with search engines thinking you had duplicate content as the post would appear on each page.  This plugin aims to take care of this issue for you until the folks at WordPress change things up.

SEO friendly and HTML valid subheadings – Some themes for WordPress will confuse your sub-header tags based on the page they are to be displayed on, but this plugin will automatically reset them to make them more SEO friendly by moving them down one spot in the hierarchical tree.  In other words, h2 becomes h3, h3 becomes h4 and so on.

SEO Friendly Images – Images can be a great source of traffic as people search for images of various subjects, and this plugin helps you with making sure that you have “alt” and “title” tags on all of your images so that the search engines can properly index them.

seo no duplicate

SEO No Duplicate WordPress Plugin – If you must have duplicate content on your site for whatever reason, SEO No Duplicate will allow you to state which version of the post search engines should index while ignoring the others.

SEO Post Link – The post slug is the blog title you see in a browser’s URL bar, and if it’s too long, search engines won’t take a liking to it.  SEO Post Link comes with an already populated list of words to cut from a title when it turns into a URL to make your post addresses that much friendlier.  You can set it so that it’s limited to a certain number of characters, cut short words, cut unnecessary words and more.

SEO Smart Links – Interlinking your blog can be the key to getting more people to read more of your posts, but it is time consuming and tedious to do it by hand.  SEO Smart Links does this for you automatically when you tell it what words to link to what URLs, and it also allows you to set “nofollow” and “open in window” comands for the links.

SEO Tag Cloud Widget – Love (love) ‘em or hate ‘em, a lot of people use tag clouds on their blogs.  Since their inception they have been fairly unreadable by search engines, but with this plugin they will be converted to an SEO-friendly HTML markup that can be indexed.

SEO Title Tag – Your tags are an important part of your site for making sure that search engines know where to place your posts, and SEO Title Tag focuses exclusively on this.  Unlike some other plugins, and WordPress itself, this extension will allow you to add tags to your pages, your main page and even any URL anywhere on your site.

simple tags

Simple Tags – An extremely popular plugin that focuses on helping you choose the best tags for your posts by offering suggestions, auto-completion of tags as you type, an AJAX admin interface, mass tag editing and a whole lot more.

Sitemap Generator – This is a more customizable sitemap generator than most with options to support multi-level categories and pages, category/page exclusion, permalink support, choices on what to display, options to show number of comments and more.

TGFI.net SEO WordPress Plugin – This particular plugin will do most of the usual SEO work of optimizing titles and keywords, but it adds a unique twist as it is mainly directed at people who use WordPress as a CMS.

Best Plugin for SEO

Posted: July 6, 2010 in SEO

Actually most only need all in one seo pack, google sitemap generator, dofollow plug in and the permalink redirect plug in..and the right robots.txt file installed to prevent dupe content that word press generates. Everything else is overkill

How to write a post on WordPress

  1. How to write a post in wordpress
  2. Login into Word Press
  3. Go to write
  4. Write a good descriptive headline title
  5. Properties of a great post Choose a Category
  6. Write then copy and paste Use the format tools to add flavor like bolds, bullets and indents
  7. Add a pre formatted photo or graphic From your computer and give Add a photo to wrodpress a title and description
  8. Choose your format and select the place in the post and send to Add a photo to editor wrodpress
  9. Add a photo to wrodpress When you happy click on the Publish